Edisi Meretas Memori, Menyadap Kenangan
Keasyikan bersantai sejenak dari rutinitas bergelut dengan skripsi benar-benar mencandukan, saya ketagihan! Hari-hari yang biasanya diisi dengan mencari referensi, membuat rancangan aplikasi terganti dengan kesibukan menonton film, bermain game, benar-benar seperti orang yang tampaknya hanya tinggal menunggu jadwal Yudisium saja, sungguh jauh api dari panggang. Keadaan ini terus berlangsung tanpa bisa saya hentikan, rencana untuk maju seminar dan target wisuda mulai tampak mengabur, visi saya mulai menghilang dan misi saya untuk selesai di akhir tahun kuliah terancam gagal.
Entah kenapa waktu terasa berjalan begitu cepat, pertengahan tahun 2012 berlalu dalam sekejap, beberapa teman juga telah melalui tahapan akhir dengan sempurna, tampaknya mereka mengejar wisuda bulan 9 atau 12. Kesibukan-kesibukan yang berlalu lalang di hadapan saya belum juga menyadarkan alam bawah sadarku tentang betapa gentingnya suasana. Ketika teman-teman yang berhasil menyelesaikan misinya semakin banyak bahkan sampai begelombang-gelombang seperti orang yang ingin mendaftar perguruan tinggi membuat saya risih, bahkan beberapa sahabat karib, teman satu geng tampak mantap untuk melalui tahapan terakhir yaitu ujian meja.









Tidur bentar, masih seputar perasaan saya yang syok nan galau #hetehete, kabar tentang kematian Marco Simoncelli sungguh begitu mengejutkan saya, kematian salah satu pembalap andalan saya *lah kayak bandar judi, bagai petir di malam hari, kebetulan saya mendapat kabar kematiannya melalui pesan singkat sesaat setelah pertandingan MU VS MCity berakhir. Simoncelli mengalami kecelakaan fatal di Sepang pada sore hari, saat berlangsung sesi MotoGP Sepang. BerH2C (harap2cemas) semoga Simoncelli tidak mengalami luka yang parah. Saya sempat bercanda dengan ade' saya, kebetulan dia juga penggemar Simoncelli. Saya mengatakan bahwa Simoncelli dinyatakan meninggal karena luka parah pada perut dan dadanya, dengan ekspresi kaget nan syok, ade' saya berusaha mengkonfirmasi ulang dengan bertanya kepada saya "Betulan?, dapat kabar darimana?" melihat mimik wajahnya, kegelian saya tidak tertahankan dan akhirnya meledaklah gelak tawa saya...ade' saya cuma sedikit mengumpat. Walaupun bercanda tapi dalam hati saya berusaha menyadarkan diri "kecelakaannya Simoncelli pasti parah" kata saya dalam hati, tapi yang namanya penyuka pasti selalu berpikiran optimis.